Berbagi Ilmu

16 Maret 2013

Pengaruh Penyiraman dengan Jenis-Jenis Air yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris)



Pengaruh Penyiraman dengan Jenis-Jenis Air yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam karya tulis ini penulis meneliti tentang tanaman buncis. Tanaman buncis (dari bahasa Belanda boontjes, Phaseolus Vulgaris L.) merupakan jenis polong-polongan yang dapat dimakan buah, biji, dan daunnya serta biasanya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang perkecambahan dan pertumbuhannya cukup cepat.
Tanaman merupakan salah satu komponen biotik di alam. Sedangkan lingkungan merupakan suatu kesatuan ekosistemnya. Sehingga dengan demikian kehidupan tanaman sangat bergantung kepada lingkungan. Akibatnya terjadi ketergantungan biotik maupun abiotik beserta semua proses biokimia dan fisiologi pertumbuhan tanaman yang menunjukkan adanya faktor pembatas dalam pengaturan pertumbuhan tanaman. Salah satu faktornya adalah ketersediaan air. Sebagaimana kita tau ketersediaan air sangat penting bagi tumbuhan. Air selain berfungsi untuk menentukan laju fotosintesis juga diperlukan sebagai pelarut universal guna melarutkan mineral-mineral yang diperlukan oleh tumbuhan.
Biasanya para petani atau pembudidaya tanaman hanya memanfaatkan air hujan atau air muni untuk menyiram tanaman mereka. Maka dari itu penulis ingin mencari tau jenis-jenis air apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman buncis selain air murni. Selain itu penulis ingin mengetahui pengaruh penyiraman dengan jenis-jenis air yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman buncis (Phaseolus Vulgaris).
1.2. Rumusan Masalah
Apakah perlakuan pemberian jenis-jenis air yang berbeda memberi pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman buncis ?


1.3. Tujuan
Mengetaui pengaruh penyiraman dengan jenis-jenis air yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman buncis
1.4. Hipotesa
Adapun hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah penyiraman tanaman dengan jenis air yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman buncis sangat berpengaruh. Tanaman hanya bisa tumbuh normal jika disiram dengan air murni karena air murni melarutkan mineral yang diserap oleh tanaman dalam bentuk ion. Tapi jika tumbuhan disiram dengan air sabun atau air cuka maka pertumbuhan tanaman itu akan terhambat (defisiensi) bahkan mati.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tanaman Buncis
Buncis (Phaseolus Vulgaris) kaya dengan kandungan protein dan vitamin di dalamnya. Selain itu juga dapat menurunkan tekanan darah dan mengawal metabolisme gula dalam darah sangat sesuai bagi orang yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi karena kandungan serat dan enzimnya yang tinggi dapat membanti penurunan berat badan.
Klasifikasi ilmiah :
Kerajaan    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas         : Magnoliopsida
Ordo          : Fabelas
Famili         : Fabaceae
Upfamili      : Fabiodeae
Genus         : Phaseolus
Spesies       : Phaseolus Vulgaris


Tanaman buncis tumbuh melilit, mempunyai akat tunggang dan sisi batangnya yang panjang sehingga memerlukan tiang untuk menjalar atau memanjat.
2.2. Pertumbuhan Tanaman
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu :
  1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer yang berlangsung  pada embrio. Embrio memiliki 3 bagian penting :
a.       Tunas embrionik ð Calon batang dan daun
b.      Akar embrionik ð Calon akar
c.       Kotiledon ð Cadangan makanan
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasarkan aktivitasnya terbagi menjadi 3 daerah, yaitu :
a.       Daerah pembelahan ð sel-sel ini aktif membelah (meristematik)
b.      Daerah pemanjangan ðberada dibelakang daerah pembelahan
c.       Daerah differensial ðbagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sehingga membentuk akar yang sebenarnya dan daun muda serta tunas lateral yang akan menjadi cabang
  1. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Sehingga menyebabkan pembesaran ukuran (diameter) tumbuhan.
2.3. Peran Air Bagi Tanaman
Air memiliki banyak fungsi bagi pertumbuhan tanaman. Fungsi air itu antara lain sebagai media reaksi enzimatis, berperan dalam fotosintesis, menjaga turgiditas dan kelembapan sel, serta melarutkan unsur-unsur hara yang terserap. Manfaat yang begitu besar, sehingga air sering disebut faktor pembatas dari pertumbuhan tanaman.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Penelitian
{  Alat
1.  3 buah kotak air mineral yang gelas, sebagai media untuk menanam
2.  Kapas kering, sebagai media tanaman
3.  Pipet minuman, sebagai alat untuk meneteskan air
4.  Pinset
5.  Penggaris, untuk mengukur tinggi batang
6.  Alat tulis
{  Bahan
1.  9 buah biji kacang buncis
2.  Air murni
3.  Air sabun
4.  Air cuka
3.2. Cara Kerja Penelitian
Adapun cara kerja pratikum ini adalah :
1. Disiapkan segala alat dan bahan
2. Sabun batang diiris tipis agar mudah diencerkan dengan air
3. Air cuka diencerkan sedikit dengan penambahan 15 tetes air
4. Biji kacang buncis direndam sehari agar kecambahnya mulai muncul
5. Siapkan 3 kelompok biji kacang buncis, tiap-tiap kelompok terdiri atas 3 buah kecambah yang panjang masing-masing kecambah yaitu 18 mm
6. Setiap kelompok disiram dengan jenis air yang berbeda. Dengan perlakuan :
      Klp I          : Disiam dengan air murni
      Klp II         : Disiram dengan air sabun
      Klp III        : Disiram dengan air cuka
7. Tanaman yang disiram 1 kali sehari yaitu pada sore hari sekitar pukul 18.30 WIB dan tiap-tiap biji disiram sebanyak 15 tetes dengan pipet
3.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian
Percobaan ini akan dilakuakan selama 10 hari. Dimulai pada sore hari tanggal 29 Juli 2010 merendam biji kacang buncis selama sehari-semalam. Lalu pada tanggal 30 Juli 2010 mulai menanam biji kacang buncis tersebut. Kemudian pada tanggal 31 Juli – 6 Agustus 2010 mulai meneliti pertumbuhan kacang buncis tersebut. Sedangkan tempatnya akan dilakukan dirumah saya.
3.4. Cara Pengambilan Data
Pengambilan datanya yaitu disetiap sore hari dengan mengukur panjang batang pada tanaman kacang buncis.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Prartikum
A.    Tabel Tanaman
Kelompok
Biji Kacang Buncis
Perpanjangan Batang tiap Hari (mm)
Rata- Rata keseluruhan
1
2
3
4
5
6
7
I
1
15
20
29
31
29
34
33
25.43 mm
(Air Murni)
2
13
18
24
28
27
28
28

3
17
21
26
33
26
27
27
Rata-Rata Pertumbuhan tiap hari
15
19.7
26.3
30.7
27.3
29.7
29.3
Warna Batang
K H
P H
P H
P H
H
H
H
Kelompok
Biji Kacang Buncis
Perpanjangan Batang tiap Hari (mm)
Rata- Rata keseluruhan
1
2
3
4
5
6
7
II
1
21
21
23
20
14
15
13
20.24 mm
(Air Sabun)
2
22
23
33
28
21
17
16

3
21
22
30
23
15
14
13
Rata-Rata Pertumbuhan tiap hari
21.3
22
28.7
23.7
16.7
15.3
14
Warna Batang
K
P H
P H
H C
H C
H C
H C
Kelompok
Biji Kacang Buncis
Perpanjangan Batang tiap Hari (mm)
Rata- Rata keseluruhan
1
2
3
4
5
6
7
III
1
16
21
22
20
19
18
16
15.19 mm
(Air Cuka)
2
13
14
14
15
17
13
12

3
17
14
13
12
10
13
10
Rata-Rata Pertumbuhan tiap hari
15.3
16.3
16.3
15.7
15.3
14.7
12.7
Warna Batang
K P
K P
K P
P
P
P
P C
Keterangan



No
Simbol
Warna
1
K H
Kuning keHijauan
2
P H
Putih keHijauan
3
H
Hijau
4
K
Kuning
5
H C
Hijau keCoklatan
6
K P
Kuning kePutihan
7
P
Putih
8
P C
Putih keCoklatan

B.     Tinggi batang tanaman
Penyiraman tanaman dengan air murni panjang batangnya lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang disiram dengan air sabun atau air cuka. Akan tetapi tanaman yang disiram dengan air sabun panjang batangnya lebih tinggi dari pada tanaman yang disiram dengan air cuka.
C.     Warna batang tanaman
Penyiraman tanaman dengan air murni umumnya batang warna kehijauan sedangkan tanaman yang disiram dengan air sabun umumnya batang bewarna hijau. Kemudian jika tanaman yang disiram dengan air cuka umumnya batang bewarna putih. warna batang tanaman yang diberi air murni lebih bagus dari pada tanaman yang disiram dengan air sabun atau air cuka.
4.2. Pembahasan
Pratikum yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang menyatakan bahwa penyiraman dengan jenis-jenis air yang berbeda akan menunjukkan pertumbuhan yang berbeda pula. Dari pratikum yang telah dilakukan itu maka dipelolehlah data bahwa air murni cocok disiram untuk tanaman terbukti dari perrtumbuhan tinggi batang dan warna batang lebih maksimal atau lebih normal dari pada jenis-jenis air yang lain.
Dalam hal ini mungkin data yang disajikan tidak terlalu akurat disebabkan karena alat ukur yang digunakan yaitu rol. Selain itu terdapat perbedaan waktu dalam menyiram tanaman kacang buncis itu tiap harinya.

BAB V
KESIMPULAN

Dari pratikum yang telah dilakukan bahwa air memiliki peran penting dalam perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Karena bersifat vital maka jika suatu tanaman kekurangan ataupun kelebihan air akan berdampak negatif bagi tanaman itu sendiri. Selain itu tanaman akan tumbuh normal bila disiram dengan air murni. Tapi jika tanaman disiram dengan air sabun atau air cuka maka tumbuhan akan tumbuh tidak normal bahkan mati.

SARAN

            Adapun saran yang berkaitan dengan karya ilmiah ini yaitu setiap tanaman membutuhkan air, jadi kita harus memperhatikan jenis-jenis air apa yang cocok untuk hidup suatu tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Windarsih, Gut. 2010. PR Biologi. Klaten: Intan Pariwara
Widjajanti, Retno. S.Si.ed. 2007. IPA SMP Kelas VIII. Jakarta: Erlangga
http// www.wikipedia.com ”Panduan Menanam Kacang Buncis
Ninityulianita. 2009. ”Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar